Breaking News
Loading...
Sabtu, 31 Agustus 2013

Info Post
JAKARTA-(IDB) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono, beserta delegasi akan melakukan kunjungan ke tiga negara, yakni Kazakhstan, Polandia, dan Rusia, pada 1-7 September. Dua negara pertama merupakan kunjungan kenegaraan, sedangkan di Rusia untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-8 Forum G20.

"Kunjungan ke luar negeri Presiden selama tujuh hari kali ini memiliki arti strategis bagi kepentingan nasional
Indonesia, utamanya di bidang ekonomi," Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah menyampaikan hal ini dalam rilisnya, Kamis (28/8) malam.


Presiden SBY akan bertolak dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu (1/9) pagi. Tujuan pertamanya adalah Kazakhstan. Kunjungan ini atas undangan, sekaligus kunjungan balasan, Presiden Nursultan Nazarbayev.


Selama di Astana, ibukota Kazakhstan, SBY diagendakan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Nazarbayev. Bidang-bidang kerja sama yang akan dibahas, antara lain terkait kerja sama perdagangan dan investasi, ketahanan pangan dan energi, sosial budaya, dan pendidikan.


Pada kesempatan itu juga akan ditandatangani lima nota kesepahaman di ekonomi, penanggulangan terorisme, pencucian uang dan pembiayaan terorisme, kebudayaan, serta pendidikan dan pelatihan diplomatik.


Selain itu, Presiden SBY juga dijadwalkan bertemu dengan PM Serik Akhmetov dan pelaku bisnis utama Kazakhstan.


Kazakhstan merupakan negara di kawasan Asia Tengah yang terus mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif. Negara terbesar kedua, setelah Rusia, bekas bagian Uni Sovyet ini menghasilkan beragam produk-produk pertanian, khususnya gandum dan kaya akan sumber daya alam, utamanya minyak dan gas.


"Indonesia dapat membangun kerja sama yang saling menguntungkan di bidang perdagangan, serta ketahanan energi dan pangan," ujar Faizasyah.


Polandia
 

Dari Astana, Presiden SBY beserta delegasi bertolak menuju Warsawa, ibukota Polandia, guna memenuhi undangan Presiden Bronisław Komorowski.


SBY merupakan Presiden RI ketiga yang pernah berkunjung ke Polandia, sejak hubungan diplomatik kedua negara dibuka pada 1955. Soekarno melakukannya pada 1959 dan Megawati pada tahun 2003.


Di Polandia, Presiden SBY dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Komorowski. Selain itu, juga akan bertemu PM Donald Tusk, dan Ketua Senat Bogdan Borusewiz.


Bidang-bidang kerja sama yang akan dibahas pada pertemuan bilateral dengan Presiden Polandia, utamanya adalah perdagangan dan investasi, pertambangan, energi dan lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.Juga pendidikan dan kerja sama antarmasyarakat.


Pada kesempatan ini akan ditandatangani nota kesepahaman di berbagai bidang, diantaranya perikanan, pertanian, perdagangan, investasi, pertambangan, dan pendidikan. Untuk lebih memfasilitasi interaksi pejabat kedua negara, akan pula ditandatangani perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor dinas dan diplomatik.


Polandia merupakan mitra dagang terbesar ketiga Indonesia di kawasan Eropa Tengah dan Timur. Polandia juga cukup terpandang dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan.


"Selain memanfaatkan posisi strategis Polandia di kawasan Eropa Tengah dan Timur, Indonesia dapat membangun kerj asama di bidang teknologi ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan kebijakan pro lingkungan yang dimajukan pemerintah," Faizasyah menjelaskan.


Rusia
 
Rangkaian lawatan ini akan diakhiri di St. Petersburg, Rusia, guna menghadiri KTT G20. Pertemuan ini akan membahas empat isu utama (cluster of issues), yakni pertumbuhan dan stabilitas keuangan, pembangunan berkelanjutan untuk semua, pertumbuhan, lapangan kerja, investasi, serta perdagangan.


Bersama para pemimpin G20 lainnya, Presiden SBY juga akan menghadiri dialog informal G20 dengan Business 20 (B20) dan Labor 20 (L20). Topik yang akan dibahas dalam dialog tersebut adalah 'Promoting Growth and Job'.



"Dalam KTT G20 kali ini, Indonesia terus mengedepankan sustainable development dan financial inclusion yang menjadi isu utama bagi negara-negara berkembang," kata Faizasyah.


Sejak KTT pertama di Washington, pada tahun 2008, lanjut Faizasyah, Indonesia telah memperjuangkan dimasukkannya agenda pembangunan dalam pembahasan G20.


Presiden dan delegasi dijadwalkan meninggalkan St Petersburg pada Sabtu (7/9), dan tiba di Jakarta keesokan paginya.





Sumbe : PresidenRI

0 komentar:

Posting Komentar