TANGERANG-(IDB) : Dittopad bekerjasama dengan LAPAN melaksanakan uji coba pemotretan pesawat tanpa awak (UAV) di Rumpin Tangerang. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mendapatkan informasi topografi secara lebih cepat, akurat dan mutakhir, dengan mengembangkan teknologi pemotretan udara menggunakan pesawat tanpa awak (Unmaned Arial Vehicle), yang selanjutnya dikenal dengan pesawat UAV.
Teknologi ini berkembang dengan pesat dan merambah semua aspek kehidupan baik di lingkungan swasta maupun militer. Pesawat yang digunakan milik LAPAN tipe LSU UAV-02 dengan spesifikasi panjang badan 200 cm (composite),panjang bentangan sayap (wing span) 250 cm, engine 2T /33cc, cruising speed 90 km/jam, endurrance 2 jam 45 menit, maksimum distance 200 km, komunikasi telemetri di 900 MHz dengan daya 1 watt dilengkapi dengan sistem terbang otomatis (autonomous flying system), payload capasity 0,5 kg.
Kamera yang digunakan adalah Canon Powershot S100 dengan karakteristik sensor size and type : 1/1.7 inch CMOS, ISO : dengan rentang 80 hingga 6400, dan auto, lensa : fixed Focal Length 5.2 - 26.0 mm (35 mm equivalent: 24 – 120 mm), GPS LOG NMEA 0183 message format compliant : sudah dilengkapi dengan GPS sehingga setiap lembar foto yang dihasilkan mempunyai koordinat.
Sebagai sebuah wacana baru, pemotretan udara format kecil menggunakan UAV perlu direspon dengan positif. Meskipun di lingkungan Topografi dan jajarannya belum memiliki kemampuan sendiri dalam penggunaannya namun perlu dicatat bahwa di luar Topografi sudah banyak instansi di lingkungan Kementrian dan Lembaga yang menggunakan dan mengembangkannya, seperti ITB, UGM, UNDIP, LAPAN dan BIG (Badan Informasi Geospasial).
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan survey dan pemetaan yang berkembang saat ini maka penggunaan UAV di lingkungan Topografi Angkatan darat di masa mendatang akan sangat mendukung tugas pokok Topografi, terutama untuk daerah yang sulit dijangkau dengan pesawat besar. Harapan besar UAV dapat menjadi salah satu bagian alat utama Topografi di masa mendatang.
TNI AD Evaluasi Hasil Pemotretan UAV
Sebagai tindaklanjut dari uji coba pemotretan pesawat tanpa awak (UAV) di Rumpin Tangerang yang sudah dilaksanakan bulan Mei 2013, maka pada tanggal 24 Juli 2013 dilaksanakan kembali uji coba pemotretan pesawat tanpa awak (UAV) di Gunung Bohong Cimahi. Uji coba ini dimaksudkan untuk menghasilkan foto udara yang digunakan untuk mendukung latihan Raider. Pesawat UAV yang digunakan milik ITB type UAV-01 dengan karakteristik sbb : panjang rentang sayap 137 Cm, panjang badan pesawat 91,7 Cm, berat 0,684 Kg, kemampuan bawa barang 0,45 Kg, sumber Energi Battery, jarak jangkau terbang 5 Km, kemampuan luas daerah yang dipetakan 100 Ha.
Kamera yang digunakan adalah Canon Powershot S100 dengan karakteristik sensor size and type : 1/1.7 inch CMOS, ISO : dengan rentang 80 hingga 6400, dan auto, lensa : fixed Focal Length 5.2 - 26.0 mm (35 mm equivalent: 24 – 120 mm), GPS LOG NMEA 0183 message format compliant : sudah dilengkapi dengan GPS sehingga setiap lembar foto yang dihasilkan mempunyai koordinat.
Penggunaan UAV dalam pemotretan udara diharapkan dapat mendukung kebutuhan informasi Topografi real time untuk satuan Raider. Pengolahan data dilakukan personel Dittopad menggunakan software Agysoft Fotogrammetry.
Hasil Pemotretan Lapangan G. Bohong Cimahi dengan UAV
Dari hasil pelaksanaan uji coba pemanfaatan pesawat tanpa awak (UAV) untuk pemetaan, diperoleh beberapa keuntungan antara lain :
a. Memerlukan biaya yang relatif murah, karena pesawat yang digunakan kecil, konsumsi bahan bakar sedikit, biaya angkut relatif lebih murah.
b. Memerlukan waktu yang relatif lebih singkat, karena untuk melakukan prosesing data dengan menggunakan software Agisoft dapat dilakukan dengan cepat.
c. Relatif lebih aman, karena pesawat tidak memerlukan pilot, dan dikendalikan dengan Autopilot dan remote control.
d. Sangat cocok dimanfaatkan untuk pemetaan daerah latihan, pemantauan daerah rawan, analisis geospasial intelijen, dan pemanfaatan lainnya.
Sumber : TNI AD


0 komentar:
Posting Komentar